Laman

Senin, 16 Mei 2011

Ragu

Angkuh tuturmu........
Ketika nadi ini berdenyut merdu kau rangkaikan goresan cinta, terlukis indah dalam kalbu.
Bisikan rindu terasa mengusik rasa
Hati terasa menjerit saat tanganmu


Butir cinta tlah tumbuh dan bersemi dalam hati
Bunga cinta yang tak jua gau hirup tuk kau rasa
Terlalu lama ku menanti
Terasa layu ingin mati

Ku takan bisa
Merdu suaramu bisikan cinta
Harum
Semilir angin sejukan bangunkan cinta
Langit biru yang bermuram durja


Tengadah ku tatap nirwana
Heran terasa semua kini berbeda
Walau itu pasti harus terjadi
Namun setidaknya tak secepat ini

Huh!
Sebuah kesal didada takan mungkin pernah bisa,
Kembalikan dia yang telah tiada untuk ada.
Huh!
Sejuta sesal didada pun sama takan pernah mampu,
Kembalikan dia yang hilang bersama angan nan kelabu.

Keserakahanku dan kaumku adalah pembunuh bagimu
Perlahan namun bertubi kami terus menusukmu

Tiadakah kita berpikir bahwa masih adakah langit biru?
Bukankah hanya langit putih yang bisa kita nikmati saat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar